May 21, 2021

“Jika Menang, Kami Mungkin Dikunci Di Anfield” – Seloroh Roy Hodgson Jelang Duel Kontra Liverpool

Manajer Crystal Palace mengeluarkan lelucon menjelang pertandingan pamungkas Liga Primer Inggris (EPL) melawan Liverpool di Stadion Anfield, Minggu (23/5) malam WIB.

Pertandingan ini sudah tidak menentukan bagi Palace yang tetap berkompetisi di EPL pada musim depan. Sebaliknya, bagi Liverpool, hasil akhir dari laga besok malam menentukan nasib mereka di kompetisi Eropa.

Kegagalan menekuk Palace bisa membuat posisi mereka disalip Leicester City jika mampu menaklukkan Tottenham Hotspur. Hodgson menyadari tekanan berada di tuan rumah, karena Liverpool membutuhkan kemenangan untuk mengamankan tiket ke Liga Champions Eropa (UCL).

“Kami mungkin tidak bisa keluar dari Anfield jika memenangi pertandingan ini. Mungkin saja kami akan dikunci di kamar ganti untuk sementara waktu,” seloroh Hodgson dikutip laman Football London.

Di lain sisi, duel melawan Liverpool menjadi laga terakhir Hodgson bersama Palace setelah ia menyatakan mengundurkan diri. Pelatih berusia 74 tahun itu ingin mendapatkan hasil manis di laga pamungkasnya.

“Kita banyak bicara tentang harga diri di Liga Primer, dan ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Hodgson.

“Saya tidak tahu apakah kami bisa menang di sana, tapi saya tahu siapa pun yang dimainkan, mereka akan bertekad meraiih kemenangan. Jika Liverpool menang, artinya mereka bermain lebih baik.”

Duel nanti akan menjadi laga sarat emosional bagi Hodgson. Tidak hanya sebagai laga terakhir bersama Palace, tapi juga bertarung menghadapi mantan klubnya di Anfield.

“Saya pikir saya tidak bagus dengan situasi seperti ini. Ada orang yang mempersiapkannya dengan baik, ada juga yang menjalani situasi ini seperti biasa,” ucap Hodgson.

“Saya beruntung bisa bekerja dengan banyak pemain profesional. Kami cukup banyak melakukan latihan dengan baik. Apakah akan terasa sama mempersiapkan tim di akhir musim seperti sebelumnya? Tidak.”

“Kami akan bermain di Anfield, stadion yang cukup emosional. Mungkin saja kami yang merayakan kemenangan atau hasil imbang yang tidak terduga. [Sebaliknya] Mereka sedang memburu tiket Liga Champions. Itu akan menjadi emosional.”